"Khusus untuk Kecamatan Jebres dan Pasarkliwon memiliki titik banjir paling banyak. Karena dekat dengan Bengawan Solo, dua kecamatan itu memang menjadi langganan banjir setiap tahun," ujar Kepala BPBD Solo Eko Prajudhy, Jumat (7/12). Agen Bola Sbobet
"Ada luapan Sungai Bengawan Solo setiap musim hujan yang sampai ke pemukiman warga," sambungnya.
Selain kedua kecamatan itu, tiga kecamatan lainnya juga berpotensi banjir. Yakni di Kecamatan Laweyan, Serengan dan Banjarsari. Dia memperkirakan, titik-titik banjir di Kota Bengawan sama dengan tahun lalu. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Agen Casino 338a
Eko menambahkan, untuk Kecamatan Banjarsari, banjir terjadi akibat luapan Kali Anyar dan Kali Pepe. Banjir bandang akan terjadi jika Boyolali terjadi hujan deras.
"Sifatnya kalau di Banjarsari itu rawan banjir bandang dari sungai yang berhulu di Boyolali," katanya.
Untuk itu Eko meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Sehingga aliran air tidak tersumbat dan dapat meluap yang kemudian menggenangi pemukiman warga sekitar sungai.
"Guna mengantisipasi terjadinya banjir, BPBD juga mendirikan sejumlah posko di tiap kecamatan. Posko ini kami dirikan di lokasi-lokasi rawan banjir," pungkas dia. Agen Judi Online Terpercaya
Berikut titik rawan banjir tiap kecamatan di Solo:
Kecamatan Banjarsari
- Sumber
- Banyuanyar
- Gilingan
- Nusukan
- Kadipiro
Kecamatan Serengan
- Tipes
- Joyotakan
- Serengan
Kecamatan Pasar Kliwon
- Semanggi
- Sangkrah
- Kedung Lumbu
- Joyosuran
- Pasar Kliwon
- Kampung Baru
Kecamatan Jebres
- Mojosongo
- Jebres
- Gandekan
- Pucang Sawit
- Sewu
- Sudiroprajan
Kecamatan Laweyan
- Laweyan
- Bumi
- Jajar
- Karangasem
- Pajang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar