Hearder kaisar backlink


Rizieq vs Jailangkung? Apple to Apple-kah?

Rizieq vs Jailangkung? Apple to Apple-kah?

Kabarberita - Harus diakui, kerinduan warganet pada Rizieq Shihab sungguh luar biasa. Antusiasme untuk mengikuti perkembangan berita soal Rizieq layak diapresiasi sangat tinggi. Ini terbukti lewat banyaknya ragam respon, harapan hingga doa-doa yang tertulis di kolom komentar di setiap artikel atau portal berita tentang Rizieq.

Semua harus dimaklumi karena Rizieq memang terkenal. Sebagai imam besar Front Pembela Islam, nama Rizieq membesar dan menggelembung lewat beragam kasus. Dari penghinaan terhadap dasar negara, pelecehan terhadap narasi kelahiran Nabi Isa As, hingga chat mesumnya dengan Firza.

Dengan berbagai kasus tersebut, ternyata tidak menyurutkan langkahnya untuk menjalankan ibadah umrah. Inilah yang patut diacungi jempol dari sosok imam besar ini. Tidak tanggung-tanggung. Rizieq rupanya bertekad menjadi pemegang rekor abadi sebagai pemilik umrah terlama. Untuk meyakinkan kaum kampret diwacanakanlah visa unlimited. Namanya saja akal kampret dengan logika berbanding berbalik ya biarkan saja. Tidak usah didebat. Agen Bola Sbobet

Yang jelas Rizieq makin asyik berurusan dengan Kerajaan Saudi Arabia. Dari pencekalan, interogasi, hingga tidak bisa keluar rumah. Biarlah itu menjadi berita sampai ada kejelasan yang terstruktur, sistematis dan masif tentang nasib Rizieq.

Yang menarik, justru ketika ada yang melihat sejarah Rizieq memutuskan ibadah umrah. Seperti telah menjadi ingatan publik, Rizieq ibadah umrah sebenarnya dengan meninggalkan banyak kasus. Tidak percaya? Tanya saja Firza atau Kak Emma. Terkesan sengaja melarikan diri alias kabur dengan sedikit takabur.

Jelasnya, Rizieq ke Arab Saudi atas kemauan sendiri. Dia datangi Arab Saudi atas kehendaknya sendiri. Menjadi agak aneh bila lewat penasihat hukumnya, bilang ingin pulang ke Indonesia tetapi ingin dijemput. Kalau mau pulang kan tinggal pulang saja. Apa susahnya?

Dari sinilah para warganet akhirnya membandingkan Rizieq dengan Jailangkung. Anehnya, kebanyakan warganet lebih mengapresiasi Jailangkung ketimbang Rizieq. Saat ini hal yang tidak dimiliki Rizieq adalah keberaniannya untuk pulang sendiri ke Indonesia.

Masalahnya, untuk membandingkan Rizieq dengan Jailangkung sungguhkah itu apple to apple? Untuk menyegarkan ingatan inilah gambaran dari ritual pemanggilan dan pemulangan Jailangkung:

“Jelangkung jelangsat, Di sini ada pesta, Pesta kecil-kecilan, Jelangkung jelangsat, Datang tidak diundang, Pergi tidak diantar.”

Sekarang, bagaimana dengan kondisi Rizieq? Sialnya, sekarang sepertinya tengah dibelit aneka kasus di Arab Saudi. Entah terkait ISIS, ujaran kebencian, pengumpulan massa, atau entahlah. Untuk membayangkan kondisi riil Rizieq saat ini ada baiknya menyimak penjelasan Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel berikut ini:

“... e) Seluruh kegiatan yang bersifat pengumpulan massa bagi ekspatriat harus seizin dari pihak KAS, melalui Kemenlu Arab Saudi. Ceramah-ceramah provokatif dan ujaran-ujaran hasutan baik langsung maupun via medsos sangat dilarang di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Arab Saudi dan Indonesia sudah memiliki MOU (Nota Kesepahaman) untuk bersama-sama melawan ujaran-ujaran kebencian, kekerasan dan sikap ekstrim antar agama, mazhab dan aliran. MOU tersebut ditandatangani ketika Raja Salman berkunjung dalam sebuah historical visit ke Indonesia selama 12 hari awal 2017 yang lalu.

f) Ketika ada pelanggaran keimigrasian di Kerajaan Arab Saudi yang dilakukan oleh ekspatriat dari negara manapun maka hukum KAS sangat tegas dan bersifat mutlak. KAS adalah negara paling sibuk di dunia dalam melakukan operasi deportasi bagi WNA para pelanggar keimigrasian. Bentuk deportasi bisa dengan beberapa bentuk punishment seperti 5 sd 10 tahun larangan masuk ke KAS, bahkan ada yang skema pelarangan seumur hidup memasuki wilayah Arab Saudi. Proses deportasi ini selalu didahului dengan penahanan di penjara imigrasi sambil menunggu proses pemulangan yang waktunya bisa mencapai satu tahun. Agen Casino 338a

g) Pendeportasian tidak bisa dilaksanakan dengan serta merta jika pelanggar imigrasi masih terkait dengan permasalahan hukum di KAS, misalnya mulai pelanggaran ringan seperti denda lalu lintas sampai dengan pelanggaran berat seperti perampokan, pembunuhan, kejahatan perbankan, penghasutan, ujaran kebencian, terorisme dll. Untuk pelanggaran berat maka proses deportasi menunggu setelah selesai menjalani hukuman di KAS.

h) Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, saat ini visa yang digunakan oleh Mohammad Rizieq Syihab untuk berada di wilayah KAS telah melewati batas waktu yang ditentukan. MRS mempergunakan visa ziyarah tijariyyah (visa kunjungan bisnis) yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja (not permitted to work). Visa bernomor 603723XXXX ini bersifat multiple (beberapa kali keluar masuk) dan berlaku satu tahun dengan izin tinggal 90 hari per entry. Visa ini sebenarnya sudah habis masa berlakunya pada tgl 09 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa No 603724XXXX hingga intiha' al-iqamah (akhir masa tinggal) pada tanggal 20 juli 2018. Untuk perpanjangan visa, seorang WNA harus exit/keluar dari KAS untuk mengurus administrasi. Karena keberadaan MRS sampai hari ini masih berada di KAS, maka sejak tanggal 8 Dzul Qa'dah 1439 H/21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di KAS.

i) Jika MRS mengalami permasalahan hukum di KAS, baik yang terkait dengan keimigrasian ataupun yang lain, maka KBRI Riyadh akan memberikan pendampingan, perlindungan dan pengayoman sesuai perundang-undangan yang berlaku di KAS….”

Dengan kutipan penjelasan di atas kiranya dapat dibayangkan bahwa situasi Rizieq memang tak bisa dianggap ihik-ihik. Kalau tidak bisa pulang sendiri tentu harap dimaklumi. Kerajaan Saudi Arabia punya aturan yang harus dihormati. Mau bagaimana lagi kalau Rizieq memang mendapatkan belitan masalah hukum? Agen Judi Online Terpercaya

Jadi, ketika Rizieq yang tengah terbelit dibandingkan dengan Jailangkung, sungguhkah apple to apple?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.