Hearder kaisar backlink


Takut Kedok Terbongkar, Anies Mulai Serang Pemkot Bekasi

Takut Kedok Terbongkar, Anies Mulai Serang Pemkot Bekasi

Kabarberita - Banyak program yang sudah dilakukan Ahok, dirusak oleh si gubernur mundur. Anies Baswedan, Ph. D. ini nampaknya terpancing dan terpojok dalam kisruh penjegalan truk sampah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Ia mulai menyerang pemkot Bekasi, dengan berbagai silat lidah yang ia lakukan. Entah apa yang sedang ada di dalam pikiran Anies, orang ini mendadak tantrum dan menjerit-jerit kesakitan seolah menjadi orang yang dizalimi oleh pemkot Bekasi. Agen Bola Sbobet

Pemimpin DKI Jakarta ini benar-benar tidak mampu mengatur dirinya. Ia terlihat sudah begitu jenuh, padahal baru satu tahun ia jadi gabener. Memang menjadi gak bener setahun, sangat melelahkan.

Ini baru urusan sama Walkot Bekasi, belum Sang Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil. Bakalan habis si Anies.

Anies ini merasa bahwa pemerintah kota Bekasi ini tidak melakukan pendekatan komunikasi dengan baik-baik. Padahal kita tahu, bahwa Wali Kota Bekasi ini sudah pernah mengatakan bahwa berbirokrasi dengan Anies dan berkomunikasi dengan Jakarta itu seperti ada 7 lapis langit.

Harus menembusi 7 lapis langit dulu. Memangnya Anies ahli surga? Atau dia penghuni surga? Surganya hoax kali?

Sejak gubernurnya (DKI) baru, jangankan untuk bantuan awal pemerintahan, komunikasi saja seolah-olah berhubungan dengan tujuh lapis langit Agen Casino 338a

kata Rahmat Effendi, yang akrab disapa Kang Pepen, saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/10/2018).

Kang Pepen sudah mengunci Anies sebenarnya. Tapi Anies ini sepertinya tidak sadar bahwa dia sedang dijepit. Anies sedang masuk jebakan yang sudah dibuat oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Jebakan macam apa? Begini penjelasannya.

Ketika Kang Pepen mengatakan bahwa berkomunikasi dengan Anies ini sulit, dan membandingkannya dengan Ahok, Anies sedang dipancing untuk memberikan respons.

Mau ada respons atau tidak ada respons. Anies tetap terpojok. Anggap saja Anies tidak berespons. Jika ia tidak berespons, artinya dia siap disindir terus, dan serangan wali kota Bekasi akan terus menghujam ke jantung elektabilitas Anies di Jakarta, kemudian kena ke Prabowo.

Orang-orang akan berpikir “Anies, jagoannya si Prabowo itu tidak bisa berbuat apa-apa. Mau pilih Prabowo jadi presiden? Mimpi!”

Akan tetapi jika Anies meresponi Rahmat Effendy, lagi-lagi Anies harus kalah. Kenapa? Karena pasti Anies yang dipersalahkan, dan sekali lagi, menghujam jantung elektabilitas Anies. Jadi bicara tentang keberpihakan, Anies kiri jurang kanan jurang. Maju kena mundur kena.

Sebenarnya bukan Kang Pepen yang membuat jebakan itu. Tapi Kang Pepen memanfaatkan kedunguan Anies dalam mengatur kota, untuk menyerang dirinya habis-habisan. Anies diserang habis-habisan dalam urusan tata kota.

Warga sudah tidak percaya lagi kepada Anies. Warga sudah muak dengan janji-janji palsu yang dimunculkan oleh Anies. Anies sedang menanam jebakannya sendiri untuk dihancurkan oleh warga Jakarta.

Janji-janji palsunya sudah terbukti makan korban, yakni warga Jakarta. Yang paling parah adalah penggusuran PAUD, ketika kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Karena satu kejadian ini, Anies mendadak dicap sebagai tukang gusur yang jauh lebih barbar dan lebih jahat dari Ahok.

Anak kecil sampai trauma, karena urusan gusur menggusur. Kita tahu bahwa Joko Widodo juga adalah orang yang hidup susah dari awal.

Rumahnya dulu juga pernah digusur ketika ia kecil. Nasib orang susah memang seperti itu. Tapi untuk penggusuran PAUD alias sekolah pendidikan anak usia dini, hanya Anies yang berani dan tega.

Gubernur tega ini akhirnya mendapatkan buah pahit dari mulut yang penuh dengan godaan tapi palsu itu. Godaan palsu itu dimanfaatkan. Momentum itu diambil oleh Kang Pepen, untuk mendobrak cara berpikir Anies. 

Saat ini, posisi Anies sudah semakin sulit. Dia menghancurkan langkahnya sendiri. Timur jurang, Barat lubang. Utara jurang, Selatan lubang. Mau bagaimanapun, Anies pada akhirnya hanya akan bisa menelan ludah, tidak bisa tidur karena urusan sampah. Agen Judi Online Terpercaya

Luar biasa sekali. Anies ini masih bisa-bisanya mempermasalahkan Bekasi yang meramaikan di media. Kita tahu bahwa justru harus ramai di media. Kenapa?

Karena kalau main baik-baik, biasanya ada transaksi politik. Nies. Sadarlah, main di media jauh lebih gentle. Nanti kalau main belakang, kamu akan dipantau KPK.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.